Hidup itu selalu bergerak atau berubah ke arah kemajuan. Makhluk hidup itu ibarat dengan gerak atau tumbuh. Bahkan dikatakan bahwa tidak gerak atau tidak tumbuh itu identik dengan kematian. Bukankah makhluk hidup yang tidak bergerak/tumbuh termasuk kategori mati? Kematian disini bukan berarti sama dengan hilangnya nyawa seseorang dari tubuhnya. Melainkan matinya dinamika hidup atau matinya emosi karena tidak ada lagi gairah hidup, tidak ada lagi tantangan hidup. Termasuk keinginan untuk belajar menerima ha-hal baru.
Kodrat makhluk hidup adalah tumbuh kembang. Kepastian untuk tumbuh inilah yang menjadikan dirinya terus berkembang. Dengan segala kemampuan dan ketrampilannya akan menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Pangkal buah karya bagi manusia sesungguhnya berawal dari otaknya. Sebab salah satu faktor pembeda antara manusia dengan makhluk lain adalah otak manusia yang bisa berpikir.
Contohnya, seseorang yang rajin melatih otaknya dengan teknik-teknik tinju akan menjadi petinju profesional. Otak dan pikiran itu berbeda. Otak itu ibarat ladang, pikiran itu ibarat tanamannya. Bermanfaat tidaknya ladang itu sangat tergantung kualitas tanaman yang ditanam oleh pemiliknya. Meskipun ladang itu subur namun bila dibiarkan telantar maka tidak akan mendatangkan banyak manfaat. Sama halnya dengan otak dan pikiran.
Meskipun seseorang dikaruniai otak encer namun bila pemiliknya tidak pernah melatihnya dengan ketrampilan-ketrampilan maka tidak akan banyak mendatangkan manfaat. Otak itu memang hanya seberat 0.5 kg tetapi bila 'dibentangkan' luasnya sama dengan alam semesta. Sering diumpamakan bahwa otak alam semesta kedua.
Maksudnya secara fisik otak itu memang hanya sebesar jeruk bali, namun secara non fisik luasnya sama dengan alam semesta. Luas tidaknya otak seseorang diukur dari jangkauan pikirannya yang tersimpan dalam pengalaman hidupnya melalui belajar. Anda sangat berkuasa dalam membentuk dunia pikiran anda. Apakah pikiran anda hanya selebar daun kelor atau seluas alam semesta, andalah penguasanya.
Otak anda akan meluas atau menyempit sebatas keliling jeruk bali, andalah penentunya. Ladang anda akan tumbuh jadi semak belukar atau jadi kebun anggur yang menyegarkan, andalah petaninya.
Otak anda akan menyimpan berbagai pengetahuan dan ketrampilan hidup yang bermanfaat atau tanpa sama sekali ketrampilan, anda sendiri yang mengisinya. Tuhan telah memberikan karunia termahal yang disebut otak.
Kekayaan manusia, pada hakekatnya adalah pikirannya sendiri. Kita telah dikaruniai otak atau ladang seluas alam semesta. Hanya saja apakah kita rajin menanaminya dengan buah-buahan atau tidak. Bila tidak menanam tentunya tidak berhak memanen. Atau bila menelantarkan (artinya otak dibiarkan tanpa dilatih keterampilan ) maka akan ditanam oleh orang lain.
Seberapa luas anda akan menanami ladang itu? Seberapa luas anda akan membuka pikiran untuk hal-hal baru dan keterampilan baru? Jawabannya sangat relatif, sangat tergantung pada masing-masing. Bila anda termasuk orang yang dinamis, suka tantangan dan tidak takut akan kesulitan maka semakin lebar pintu pikiran terbuka.
Yang jelas, salah satu sifat otak itu lentur, bisa meluas dan menyempit. Otak juga tidak menolak untuk hal-hal baru ( keterampilan baru ). Yang sulit adalah kesediaan anda untuk menerima berbagai resiko setiap kali memperluas jangkauan alam pikir dengan cara terus belajar untuk hal-hal baru. Pikiran anda akan lebih berkualitas bila diisi dengan hal-hal baru.
Joko Adi Pamungkas, Jl.Kalpataru III/66 Purwokerto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar